Friday, August 24, 2012

KUTERTARIK GRAVITASIMU !

Mengalirkan energi positif dalam 

buka bersama penggemar setia


Bulan Ramadan sudah sepantasnya menjadi bulan untuk mempererat tali silaturahmi. Berbuka puasa bersama menjadi pilihan terbaik untuk bercengkrama dengan kawan lama, relasi, dan tak terkecuali dengan penggemar. Penggemar ? Ya, Soulvibe, band yang digawangi tujuh pria asal Jakarta, Abenk (lead vocal), Bayu (lead vocal), Iga (gitar), Handy (bass), Frans (keyboard), Rio (synth), Caesar (drum) ini mengadakan buka puasa bersama penggemar setianya, Vibenatics.




Minggu, (12/8), acara yang bertajuk “Breakfasting with Soulvibe 2012” ini bertempat di Shelter Sky Lounge, Kemang, Jakarta Selatan.  Soulvibe memang selalu mengadakan buka puasa bersama Vibenatics, setiap tahunnya. Buka puasa bersama kali ini adalah ke-4 kalinya diselenggarakan. Namun, buka puasa bersama di tahun ini terasa lebih special, karena banyak hal baru yang diperkenalkan band ber-genre pop ini.


Bergabungnya Iga Massardi menjadi anggota baru keluarga besar Soulvibe adalah salah satunya. Kehadiran Iga sebagai gitaris baru Soulvibe memberikan energi positif dalam penampilan band yang langganan menjadi line-up di Java Jazz Festival ini. Serta menjadi salah satu daya tarik bagi Vibenatics. Ya, daya tarik. Sesuai dengan judul album ketiga Soulvibe, “Gravitasi”, yang juga secara eksklusif diperkenalkan kepada Vibenatics di buka puasa bersama kali ini.




Mengapa “Gravitasi” ? Album yang mengambil tema cinta ini, dipresentasikan dengan image yang lebih dewasa dari Soulvibe, namun tetap terlihat manusiawi. Single pertama mereka, “Syalala” sudah mengudara di berbagai radio di Indonesia sejak awal bulan Ramadan. Album ketiga yang seringkali menjadi tolak ukur jenjang karir sebuah grup band, membuat Soulvibe memilih judul “Gravitasi”, agar album ini dapat menjadi titik keseimbangan dan daya tarik untuk Soulvibe.


Penyerahan perdana CD Gravitasi diberikan kepada Rayendra Sunito, salah satu personil grup band Pakdrive yang menjadi produser album Gravitasi. Soulvibe mengaku senang bisa kembali bekerja sama dengan Rayendra Sunito, yang dulu juga memproduseri album pertama Soulvibe.

Tidak hanya buka puasa bersama, dalam acara ini, Soulvibe secara eksklusif memberikan beberapa keping CD Gravitasi kepada penggemar setianya, yang bisa menjawab pertanyaan Iga, yang mendadak menjadi pemandu games sore itu. Disebut eksklusif, karena memang CD Gravitasi baru akan beredar di pasaran, setelah Hari Raya Idul Fitri. Jadi, mereka yang datang ke acara buka bersama kali ini, memang benar – benar beruntung !


Vibenatics juga bisa duduk – duduk santai sambil bercengkrama dengan personil Soulvibe. Ada pula sesi tanya – jawab, dimana Vibenatics bisa bertanya – tanya tentang perjalanan karir Soulvibe, proses pembuatan album Gravitasi, dan pertanyaan – pertanyaan lain yang disambut Soulvibe dengan senyum dan tawa.


Vibenatics yang notabene adalah kalangan remaja putri, tak lantas membuat tujuh pria tampan ini kewalahan meladeni penggemar setianya. Justru mereka semakin bersemangat dengan menyuguhkan penampilan full band, setelah sesi tanya-jawab berakhir. “Vibenatics adalah segalanya untuk Soulvibe. Tanpa support dari Vibenatics, Soulvibe tidak akan bisa bertahan samapai saat ini.” tutur Frans


Bernyanyi bersama penggemar setianya merupakan salah satu rangkaian acara dalam setiap buka puasa bersama Soulvibe dan Vibenatics. Ditutup dengan lagu “Dilema” dari album terbarunya, Soulvibe mengakhiri buka puasa bersama penggemar setianya kali ini dengan sangat apik. Diikuti seruan tak rela dari Vibenatics yang masih ingin melihat penampilan band favoritnya. Soulvibe berharap, dengan adanya album “Gravitasi”, mereka akan tetap eksis di industry music Indonesia, dan tentunya tetap dicintai penggemar setianya, Vibenatics.

Teks oleh : Chicha Audriana
Foto oleh : Anisa Rahardjo & Dian Miranti

Tuesday, May 29, 2012

#W10 Sneek Peek Lyric


___________________________
Will you be the only one in my heart ?
Be the only one i share my love
Tuk temani aku, sampai akhir waktu nanti

________________________

#9 Sneek Peek Lyric

___________________________

Lama-lama kubisa

Terus memikirkannya, 
Entah apa namanya..
Inikah Cinta ?


________________________

#8 Sneek Peek Lyric

__________________________________________________________


Ku takkan pernah berhenti

tuk meyakinkan dirimu..Kutau pasti
Kau tercipta untukku..


Kelak kau akan mengerti, 
yang kumiliki adalah sebuah Cinta Sejati




__________________________________________________________

#7 Sneek Peek Lyric

__________________________________________________________


You and I we are lucky, to be one

We are destined to be in love
At least today...


__________________________________________________________

Wednesday, March 21, 2012

#6 Sneek Peek Lyric

__________________________________________________________


Dengan Cinta , yang menyatukan perbedaan
Hanya Cinta, yang dibutuhkan...
Cinta adalah sebuah jawaban.


__________________________________________________________

#5 Sneek Peek Lyric

__________________________________________


Lama-lama, kujatuh cinta padamu..
Ku tak kuasa, untuk menahannya.
Lama-lama kuharus bilang padamu..
Ku tertarik, gravitasimu


__________________________________________

#4 Sneek Peek Lyric

________________________________________________


Janganlah kau pertanyakan..
Akupun tak tau mengapa..
Yang kutau, kucinta..
Yang kutau cinta tak butuh alasan..


________________________________________________

#3 Sneek Peek Lyric

_____________________________


Syalala Syalalala lala..
Selalu ada untukmu aku disini untukmu
Syalala Syalalala lala..
Selalu ada untukmu hatiku ini milikmu


_____________________________

#2 Sneek Peek Lyric

____________________________________________________


Inikah gerangan cinta yang menghiasi kisah manusia
Gairahpun dibuai terlena nikmati manis kata asmara..
damainya terasa.. di dalam jiwa, mari bercinta..


____________________________________________________

Monday, February 13, 2012

#1 sneek peek lyric

Dimulai tulisan di post ini, saya ingin sedikit mengajak kalian untuk mengenal lagu-lagu baru soulvibe melalui lirik-liriknya. Semoga nanti saat album ke-3 kami keluar, kalian sudah bisa bernyanyi bersama kami disetiap event-event mendatang : )

Berikut kutipan lirik dari lagu pertama yang saya dan Bayu sudah selesaikan proses rekamannya.
__________________________________


Ketika kau bilang, I like you 
Aku juga bilang,
I like you
Sungguh kamu, membuat diriku... dilema 



__________________________________




B E N K .

1, 2 , 3 !




Tidak terasa, sekarang saya sudah berada di dalam studio lagi, siap untuk merekam suara dan nyanyian saya untuk lagu-lagu baru soulvibe. Yak! Soulvibe 3rd Album ! Rasa-rasa-nya moment seperti ini memberikan kebahagiaan tersendiri untuk saya. Sangat Bersyukur masih dikasih kesempatan untuk berkarya, dan berbagi cerita.

Saya benar-benar tidak sabar, untuk mendengar hasil akhir dari album ketiga kami (soulvibe). Selain ada beberapa hal baru yang tentunya memberikan warna pada album baru kami, juga lagu-lagu baru, namun salah satu hal yang menyenangkan adalah pada album 3 ini soulvibe dapat bekerja sama kembali dengan seseorang yang telah menjadi salah satu produser kami pada album pertama, Rayendra Sunito.

Seperti bernostalgia, dan sempat membuat saya untuk sesaat melihat kebelakang, merenung dan mensyukuri semua perjalanan dan usaha yang telah saya dan teman-teman lakukan selama ini. Masih jelas di ingatan saya bagaimana kami melewati proses pembuatan album pertama, saat itu. Singkat cerita, JMono ALEXA mengajak kami bertemu dengan Juno Adhi, Rayendra Sunito dan beberapa teman-temannya termasuk Adrian Martadinata yang katanya tertarik dan mengajak kami untuk membuat album pertama di bawah naungan GOWA Music.

Yak album pertama, merupakan proses pembelajaran baru bagi kami, campur aduk rasanya, antara senang, tegang, dan pasti-nya bangga ( namanya anak muda nge-band, trus rekaman.. Jeilehh ) . Itu 4 tahun yang lalu, kemudian jeda 1 tahun, bersama Organic Records keluar album "Antartika", from 1, 2 and now 3 ! hehe, dan sekarang, Insya Allah album ke - 3 kami akan segera dapat didengar : )

Terimakasih untuk segala bentuk support yang sudah teman-teman berikan untuk kami, mohon bantuan doa-nya semoga semua proses yang akan kami lalui untuk album ke-3 ini serta kedepannya akan lancar dan kami lewati dengan besar hati.


Do you feel the Vibe?


Yes I Feel the Vibe !

Its SOULVIBE !


B E N K .

Tuesday, December 13, 2011

PROJECT 9

For us, one of the happiest thing about being a musician is when we could experience having a collaboration with other friends of musicians, and we've done it again! : D

Setelah pada kesempatan sebelumnya di Java Soulnation Festival kami berkolaborasi dengan DYZTRK dalam project VIBETRONIC,  kali ini dalam rangka perayaan ulang tahun OZ Radio Jakarta yang ke-3 kami ditantang untuk melakukan sebuah proyek kolaborasi spesial dengan RAN.

Kesempatan ini kami sambut dengan penuh antusias karena memang telah lama kami berteman dan selalu ingin "bekerja sama" dengan mereka. Setelah mendapatkan kepastian, segera kami bertemu dengan teman-teman RAN untuk melakukan brainstorm. Terlalu banyak ide yang mengalir, karena saking antusias-nya kita, namun satu hasil dari braisntorm tersebut adalah kita setuju untuk membuat satu nama baru yang menjadi jargon dari SOULVIBE dan RAN. Setelah beberapa nama-nama yang keluar akhirnya, kami setuju untuk  mengatasnamakan kolaborasi ini dengan nama PROJECT 9 !




Buat kalian yang ngga dateng ke perayaan ulang tahun OZ Radio Jakarta di EX, nyesel deh!! Hehe. Kalo penasaran kalian bisa cari beberapa video-nya di youtube : ) secepatnya akan dicoba juga untuk kami tampilkan beberapa potongan video-nya di Jurnal kami. Atau mungkin kalian ingin melihat PROJECT 9 live lagi di lain kesempatan?! tertarik?! ; )

Dukung Karya Anak Negeri !

Sebagai band Indonesia, kami akan sangat bangga apabila bisa bermain menggunakan apparel hasil produksi anak negri. Dan merupakan suatu kehormatan apabila kami diberikan kepercayaan untuk memakainya. Kesempatan seperti ini kami sambut dengan tangan terbuka, sebagai bentuk apresiasi dan dukungan kami untuk lokal brand.

Telah beberapa kali kami di support oleh berbagai brand lokal, mulai baju-baju dari INKSOMNIA, jeans dari VISION MISSION , sepatu dari JUMPER, sampai jaket batik dari FLEUR, serta beberapa lagi lainnya, dan untuk kesekian kalinya dengan bangga kami memakai produk karya anak negeri, sebuah brand sepatu lokal yang bernama 
HAVEHAD shoes : )




Sekarang brand-brand lokal juga ngga kalah bagusnya dengan brand luar, dan dengan memakai brand-brand lokal disetiap kesempatan ataupun event kami berharap semakin banyak lagi yang mengapresiasi dan membeli produk-produk lokal. Kami menilai brand-brand lokal ini sebagai karya anak bangsa, yang nanti-nya apabila terus didukung, akan mampu mengharumkan Bangsa dan Negara kita Indonesia.


Kami percaya, Indonesia akan lebih maju lagi seiring perkembangan produktifitas anak-anak mudanya ! Ayo dukung karya Anak Negeri !





Once Again, thank you All !

follow @HAVEHADfootwear @VMjeans @ JUMPER_footwear

Wednesday, November 30, 2011

BAND PERTAMAX DI KANTOR BARU KASKUS

Rabu 16 November 2011 kemarin, kami mendapatkan suatu pengalaman yang istimewa dan sangat berkesan. Kami diundang untuk bermain di kantor baru situs forum terbesar di Indonesia , KASKUS

Merupakan suatu kehormatan dan kebanggan buat kami, karena baru saja berselang sekitar dua minggu Kaskus menempati kantor tersebut, kami, SOULVIBE adalah satu-satunya band yang pertama kali diundang bermain disana untuk mengisi acara gathering pertama yang dihadiri oleh para bloggers dan kaskusers.

Kesempatan ini kami gunakan untuk tour dan melihat-lihat betapa keren dan seru-nya kantor baru mereka. Dengan interior yang memukau serta fasilitas yang tersedia, membuat kami takjud dan terheran-heran,"Ternyata ada juga ya kantir sekeren ini di Indonesia " : ) dan sekali lagi Soulvibe sebagai band yang PERTAMAX kali main disini ! Wasn't  it Cool !?

Kami juga berkesempatan untuk foto bersama "Mimin" sekaligus Founder dari Kaskus , 
Andrew Darwis :)





Apa yang telah mereka capai, mampu memotivasi dan mengingatkan kami bahwa kamipun memiliki impian yang harus terus diperjuangkan dengan semangat dan pantang menyerah : ) siapa tau, satu hari nanti kami juga bisa untuk memiliki kantor yang juga keren dan nyaman, amien.

Yang jelas kami percaya semua hal dimulai dari yang kecil dan kadang terkesan tida penting, namun dapat berubah menjadi hal yang besar dan luar biasa.

Feel The Vibe

Kenangan Masa Lalu

Halo semuanya, saat ini saya Caesar, drummer dari Soulvibe akan bercerita sedikit tentang ingatan-ingatan masa lalu yang masih terukir di memory otak saya.

Kecuali Asa dan Frans, tiap-tiap anggota keluarga Soulvibe telah saya kenal sebelum adanya project ini, termasuk sang manager handal “Pramudhana Radhika Djaelani” a.k.a. “Dhana Baros”. Saya akan bercerita bagaimana kesan pertama ketika bertemu “Keluarga Soulvibe”

Bayu Adiputra Imran



Bayu adalah personil Soulvibe yang paling pertama saya kenal. Sekitar akhir tahun 2000, saat itu saya masih berstatus sebagai siswa SMP Islam Al-Azhar (Alpus). Pada suatu hari, sepulang sekolah dengan masih mengenakan seragam putih-hijau khas anak SMP Alpus saya menuju sekolah musik Farabi untuk les drum yang  tempatnya tidak jauh dari sekolah saya tercinta.

Pada zaman itu lalu-lintas Jakarta masih sangat lancar, ternyata saya tiba lebih awal di Farabi, kelas les drum saya belum mulai, akhirnya saya menunggu di ruang tunggu sambil duduk-duduk saja dan mulai terasa mati gaya. Maklum, di era itu belum ada teknologi seperti Twitter, Blackberry atau iPhone, kalo sudah ada Twitter pasti dengan kelabilan saya saat itu saya akan men-tweet “duhh bête nih bête, nyampe kecepetan, kelas belum mulai” (pada era itu istilah “bête” lebih jamak digunakan ketimbang istilah “galau” yang over penggunaannya  di berbagai media saat  ini), tiba-tiba seorang anak berseragam putih-abu-abu dengan aura dinamis datang dari pintu masuk Farabi, dinamis disini dapat diartikan sebagai “gaul”,  saya berpikir, siapakah anak dinamis ini, ternyata setelah dilihat bet di dadanya, logo nya sama persis dengan yang di dada saya, ya, sebuah gambar masjid dengan background biru, itu logo Al-Azhar! Yaa, dia anak SMA Alpus!

Sesama anak Alpus pasti selalu ada chemistry, tak peduli angkatan berapa, adik atau kakak kelas, kami semua sama-sama anak Alpus, oleh karena itu tanpa rasa canggung saya menyapa dengan melempar senyuman ke anak SMA Alpus tersebut. Ternyata dia menyapa baik, dan menghampiri saya sambil bertanya “Anak Al-Azhar ya?”, “Ya”, jawab saya, akhirnya saat itu kita berkenalan dan ternyata kita sama-sama mengambil kelas drum (ada beberapa kelas instrumen musik di sekolah musik itu).

Sejak hari  itu, saya jadi kenal dengan Bayu Adiputra Imran, atau biasa dipanggil Bayu, meski dia kakak kelas/senior, sekalipun saya tidak pernah memanggil “kak” karena ternyata usianya lebih muda dari saya. tempat nongkrong Bayu sama dengan tempat nongkrong saya sambil nunggu jemputan ketika SMP, sesama anak Alpus yang suka main drum, suatu hari saya ngobrol-ngobrol sama Bayu mengenai teknik-teknik bermain drum yang diajarkan di Farabi, setelah saya selesai ngobrol, saya pindah ke bangku dimana banyak anak-anak wanita angkatan saya duduk-duduk, mereka menanyakan langsung ke saya dengan nada sedikit heboh, “eh,eh, lo kenal sama Bayu”, “iya, satu les drum sama gw”. Disitu saya baru tau, bahwa si Bayu ini termasuk banyak disukai atau diperhatikan wanita-wanita di Alpus apalagi junior nya. (cieee Bayu).


Adrianto Ario Seto


Sekitar bulan Juli 2001 saya baru masuk SMA Alpus1, sebelum kegiatan belajar-mengajar dimulai, semua murid diwajibkan ikut acara orientasi, disana kakak kelas/senior memperkenalkan ekstra-kurikuler (ekskul) yang tersedia yang dapat dipilih dan diikuti oleh masing-masing murid, semua murid wajib mengikuti ekskul. Saat itu saya paling tertarik dengan ekskul theater, saya memang tidak memiliki minat/bakat seni peran sebelumnya, namun saya tertarik disini karena ada peranan sebagai pemain musik yang memainkan musik latar dari theater yang dimainkan. Ya, memang tidak ada ekskul khusus musik yang tersedia di sekolah saya saat itu. 

Ternyata ada dua orang anak yang berasal dari SMP Al-Azhar Bintaro (Albin) yang memiliki pemikiran sama dengan saya, mereka ikut ekskul theater hanya karena ingin bermain musik, namanya adalah Adrianto Ario Seto, dan Aldhan Prasatya (partner saya di DYZTRK/Keyboadist Storia). Saat itu senior menghimbau kami agar membuat suatu pementasan, penokohan pun ditentukan berdasarkan kesepakatan tiap-tiap anggota baru ekskul theater yang jumlahnya kira-kira ada sepuluh orang termasuk saya, Rio, dan Aldhan. 

Pada intinya, saat itu kami membuat alur cerita yang menceritakan kisah pembunuhan yang menakutkan, dibalik tema menakutkan dari drama yang akan kami bawakan, Rio memerankan peran yang samasekali tidak horror, samasekali tidak seram, saya tidak bisa membicarakan apa peran nya saat itu, bisa ditanyakan langsung ke orangnya jika anda penasaran dan ingin tahu, tapi saya akui actingnya saat itu sungguh luar biasa hingga memukau seluruh senior dan seluruh penonton yang terdiri dari siswa-siswi SMA Alpus1 seangkatan saya. dengan melihat acting nya saat itu kesan saya bahwa anak ini sungguh kreatif dan handal dalam hal berbau seni, sangat menarik untuk dinikmati secara audio dan visual. ( pesan untuk Rio: Peace! )

Untuk tulisan personel soulvibe yang lainnya menyusul dan bersambung akan saya ceritakan yah.

Thanks for your support @Vibenaticsteam

Caesar Soulvibe


Thursday, October 20, 2011

The Beginning / part two

Halo, apakabar vibenatics ? Minggu ini saya lagi, Handy yang akan mengisi artikel di Soulvibe Journal ini. Gimana ? Kalian udah nggak sabar nunggu lanjutan cerita saya 2 minggu lalu ya?hehe. Nah, kalo begitu sekarang saya bakal lanjutin ceritanya ya. Tapi, bagi yang belom baca part one, sebaiknya sebelum baca yang ini, kalian baca tulisan saya yang The Beginning part one dulu ya.

Setelah resmi terbentuk, Nusieven mulai manggung di event event private seperti birthday party. Nusieven sendiri namanya diambil dari penggabungan bahasa Sunda dan bahasa Jerman, Nu yang maksudnya “Yang” dan Sieven yang maksudnya “Tujuh”, jika digabung menjadi Yang Bertujuh, karena personil kami memang ada 7 orang, hehe. Waktu itu kami memainkan lagu-lagu dari Justin Timberlake, Prince, Black Eyed Peas, Usher, BoyzIIMen, dan Chrisye. Sampai suatu saat Nusieven diundang untuk bermain di beberapa pensi, salah satunya PL Fair. Saya mulai optimis dengan masa depan band ini.

Pada suatu hari di bulan Oktober 2003, keyboadis kami, Sri Hanuraga mengundurkan diri dari band karena dia mendapat beasiswa kuliah musik di Belanda. Kami sempat shock karena pada saat itu kami mulai lumayan mendapat tawaran untuk manggung. Setelah Aga mengundurkan diri, Nusieven menjadi tidak jelas, karena kami kesulitan mencari keyboardis pengganti yang sepadan dengan Aga. Semangat menurun dan bisa dibilang non aktif untuk sementara. Padahal saat itu saya baru saja memutuskan untuk mengundurkan diri dari band lama saya yang bernama Funushi dengan alasan akan fokus di Nusieven.

Di tengah bulan November saya pribadi ditawari untuk bermain di sebuah event yang disiarkan langsung di TV,  Indosiar. Konsep yang diminta adalah band berpersonilkan anak anak muda dengan musik segar seperti RnB atau Pop Jazz berkolaborasi dengan Andien dan menyanyikan lagu “Warna” dari Sheila Majid. Tanpa pikir panjang saya langsung mengambil tawaran tersebut, padahal bisa dibilang saat itu saya tidak punya band yang sedang aktif. Saya langsung mengontak Caesar, Bayu, dan Asa. untuk bertemu saat itu juga. Akhirnya kami sepakat untuk ngeband bareng lagi dan segera mencari keyboardis. Bayu mengontak Abenk yang ternyata sudah berkuliah di Jakarta, saya mengontak Ouvan dan mereka berdua pun setuju untuk melanjutkan band lagi.

Tiba-tiba saya ingat, pada tahun 2002 Asa pernah meminta bantuan saya untuk menjadi additional player di bandnya, dan saat itulah saya kenal dengan Frans yang bermain piano di band itu. Langsung saya minta Asa untuk mengajak Frans jam session di studio dengan kami. Frans adalah seorang pianis yang sudah sangat berpengalaman, saat itu dia bermain piano sebagai session player untuk Rio Febrian, Donny Suhendra, dan tergabung dengan band top 40 yang sudah sangat berpengalaman. Saya sangat tidak yakin Frans mau bermain musik dengan kami, anak anak ABG yang baru akan merintis karir, saya tidak berharap banyak dia akan datang ke studio saat itu karena saya takut kecewa jika dia tidak datang, jadi saya juga mengontak Rio dan mengajak dia untuk jam session juga di hari yang sama. Saya juga mengajak satu orang vokalis lagi bernama Vigi demi kebutuhan pecah suara para vokalis, karena saat itu repertoar lagu-lagu yang kami bawakan butuh pecahan vokal yang sangat lebar dan penuh.


Waktu itu hari Rabu malam di bulan November 2003, saya lupa tanggal pastinya, kami latihan lagi setelah hampir sebulan tidak berjumpa. Asa yang mengatur jadwal latihan hari itu di Arci studio Menteng. Saya orang pertama yang sampai di studio, begitu masuk studio ternyata di studio sudah ada Frans yang sedang bermain piano, dan Rio pun juga hari itu datang membawa keyboard tritone barunya. Setelah semua datang dan lengkap, saya langsung menginformasikan mengenai tawaran manggung di TV Indosiar  yang sudah saya ambil. Alhamdulillah semua mau dan sangat semangat untuk bermain di event itu. Kami langsung latihan dan sangat menikmati latihan hari itu. Untuk event itu kami latihan intens untuk membuat aransemen. H-1 perform di event itu, panitia menelfon saya dan menanyakan nama band saya. Kami pun baru sadar bahwa kami belum punya nama band, dan tidak mungkin memakai nama Nusieven lagi karena personil kami ada 9 orang. Akhirnya dari pihak panitia langsung secara spontan memberi nama band kami “B’sembilan”, plesetan dari kata Bersembilan. Kami pun nurut saja karena memang tidak ada renana kedepan dengan band ini, kami hanya menganggap ini project sekali main dan bubar. Personel B’sembilan adalah Ramadhan Handy (Bass), Bayu Adiputra (Vocal), M. Caesar Rizal (Drum), Adhika Satya Asa (Gitar), Rizqi Abenk Rizaldi (Vocal), Ouvan Rahmat (Vokal), Frans Martatko Filman (Piano), Adrianto Rio Seto (Synthesizer), Vigi Vinno (Vokal).

Akhirnya tiba juga waktu yang dinanti, kami untuk pertama kalinya akan perform secara live di TV dan disiarkan secara langsung juga. Rasa tegang, senang, dan panik bercampur jadi satu. Tapi Alhamdulillah kami berhasil bermain dengan baik dan mendapat respon yang sangat positif dari banyak pihak. Setelah event tersebut, kami dibanjiri tawaran manggung di berbagai event. Pensi, pesta ulangtahun, prom night, dan lain-lain. Rencana menjadi band project pun batal, kami sepakat untuk serius di band ini. Nama B’sembilan pun mulai diperhitungkan di kalangan anak muda pada saat itu. Bayu dan Abenk pun mengundurkan diri dari band mereka terdahulu Black Coffee untuk serius dan fokus di B’sembilan. Kami resmi berdiri sebagai sebuah band yang digemari anak anak muda Jakarta pada saat itu. Di tengah 2004, terjadi kesepakatan dari B’sembilan dan Vigi, salah satu vokalis kami, untuk tidak meneruskan bermusik bersama karena beberapa alasan yang bersifat internal. Mulai Juli 2004 kami berjalan dengan 8 orang personil, tidak lagi 9 orang. Tapi nama band kami sudah terlanjur popular saat itu, jadi kami memutuskan untuk tidak mengganti nama B’sembilan.


Dalam formasi B'9 bersama Christian Sugiono
setelah shooting untuk non-album "Masih" Video Klip.
Directed by Angga Dwimas Sasongko


Akhir tahun 2004 kami memutuskan mencari seorang manajer untuk mengelola semua urusan bisnis kami dengan baik, sebelumnya kami tidak punya manager, job yang datang langsung dihandle oleh para personil, akibatnya banyak hal yang terlewatkan dan jadi berantakan. Disaat yang bersamaan, kami berkenalan dengan seorang anak muda bernama Angga Dwimas Sasongko. Seorang mahasiswa komunikasi UI yang sangat berbakat di bidang film dan video klip. Pemuda nekat yang berani mengambil resiko besar untuk karirnya. Saya pribadi menganggap dia orang gila yang akan sangat sukses di kemudian hari, dan terbukti sekarang dia salah satu sutradara film & video klip papan atas di Indonesia. Saat itu dia datang menawarkan kami untuk membuatkan video klip kami. Kebetuan kami baru saja merekam lagu ciptaan kami sendiri secara home studio. Judul lagu itu adalah “Masih”, lagu yang kemudian hari ada di album perdana Soulvibe. Setelah kami membuat video klip, Angga menawarkan diri untuk menjadi manager kami, tawaran itu langsung kami sambut dengan gembira.

Desember 2004 Angga Sasongko resmi menjadi manager B’sembilan. Awal 2005, bulan Januari, lagi-lagi kami harus kehilangan personil lagi, Ouvan vokalis kami mengundurkan diri  karena dia mengikuti audisi Indonesian Idol dan berhasil lolos sampai babak 40 besar. Kami tetap berjalan lancar dengan 7 orang personil. Kami pun sebenernya saat itu sedang membicarakan masa depan band ini, kami sepakat untuk mulai menulis lagu karya kami sendiri dan akan merekamnya untuk single di radio dan demo untuk ditawarkan ke label label rekaman. Nama band pun sedang kami pertimbangkan untuk diganti. Konsep musik juga coba kami bicarakan supaya lebih pasti dan fokus. Saat bernama B’sembilan, konsep kami belum kuat, kami membawakan lagu lagu orang yang kami suka dan diaransemen ala kami. Usher, Justin Timberlake, BoyzIIMen, Jay-Z, Toto, Kci & Jojo, Brian Mcknight, Babyface, Robin Thicke, Chrisye, Slank, sampai Project Pop kami bawakan di panggung. Terlalu luas dan beragam, tidak fokus.

Hampir setiap hari, kami berkumpul dan brainstorming untuk konsep baru band kami sampai kami menemukan formula baru. Selain membuat lagu sendiri, nama pun akan diganti, personil tinggal 7 orang, dan konsep musik baru dan performance yang lebih segar. Di studio kami mulai meracik jenis musik kami sendiri yang menggabungkan berbagai genre musik. Dari Soul, RnB, Jazz, Dance, Acid Jazz, Rock, New Wave, Fusion, Funk, Motown, dan Pop, kami leburkan jadi satu. Lagu orang yang kami bawakan juga makin fokus ke satu circle musik. Kami memainkan lagu-lagu dari Prince, Musiq Soulchild, Michael Jackson, Maxwell, Earth Wind & Fire, Al Green, Jackson 5, dan lain-lain. 


Perform sebagai SOULVIBE 

Kami senang sekali saat itu karena berhasil membuat formula baru untuk kami. Dan saat memainkan musik itupun kami sangat enjoy. Nama band pun akhirnya bisa resmi dipastikan. Hari bersejarah hadir kembali untuk kami. 28 Maret 2005 resmi berdiri sebuah band berpersonilkan Ramadhan Handy (Bass), Bayu Adiputra (Vocal), Rizqi Abenk Ranadireksa (Vocal), M. Caesar Rizal (Drum), Frans Martatko Filman (Piano), Adhika Satya Asa (Guitar) dan Adrianto Rio Seto (Keyboard & Synthesizer) dengan nama SOULVIBE, dan spesialnya, hari itu bertepatan dengan pertama kali kami manggung dengan nama SOULVIBE… Sound of Universal Love;Various Instrument Behavior…